Sampah: Buat Resah, Jadi Masalah, dan Cara Mencegah

Nama: Elang Adam
Kelas: XII-MIPA-1
SMAN 1 JALANCAGAK
Sumber Gambar: https://images.app.goo.gl/nEGKgnumj4rDK9A37

Halo, Sobat Bloggers! Kalian pernah lihat gambar kayak di atas enggak? Hayo ... kalian tim mana nih? Tim yang suka buang sampah sembarangan atau pada tempatnya? Hihihi ....

Eh, 'tapi kalian tahu enggak, kalau Indonesia itu, salah satu negara yang menghasilkan sampah paling besar di dunia! Bahkan, dikutip dari okezone.com, Indonesia menduduki posisi ketiga sebagai negara penyumbang sampah plastik di lautan! Waduh!

Kok bisa, ya? Ya 'udah, yuk, kita cari tahu bersama!

A. Pengertian Sampah

Dikutip dari Wikipedia, Sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sampah sering kali mengacu kepada material sisa yang tidak diinginkan atau tidak bermanfaat bagi manusia setelah berakhirnya suatu kegiatan atau proses domestik.

Jadi, bungkus makanan, botol bekas minuman, dan kantong plastik merupakan salah satu contoh sampah.

B. Jenis-jenis Sampah
Sobat, tahukah kamu, kalau sampah itu banyak jenisnya lo ... berikut ini adalah jenis-jenis sampah:

- Berdasarkan Sumbernya

Kalau berdasarkan sumbernya, sampah itu ada:

a. Sampah Alam

 Sampah Alam (Sumber(dok. Instagram @sustaination/ https://www.instagram.com/p/CD3CudBg0sB/?igshid=1sld0vj13vcln/ Brigitta))

Sampah alam merupakan sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan melalui proses daur ulang alami, seperti halnya daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah. Di luar kehidupan liar, sampah-sampah ini dapat menjadi masalah, misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman.

b. Sampah Manusia
Urine (Sumber: https://images.greelane.com/proxy?height=768&url=https%3A%2F%2Fwww.thoughtco.com%2Fthmb%2FDrDFaB0BU7RcrUz4gsI8lleKI9w%3D%2F768x0%2Ffilters%3Ano_upscale%28%29%3Amax_bytes%28150000%29%3Astrip_icc%28%29%2F186851162-56a12fdd3df78cf772683f35.jpg&width=0

Sampah manusia (Inggris: human waste) adalah istilah yang biasa digunakan terhadap hasil-hasil pencernaan manusia, seperti feses dan urin. Sampah manusia dapat menjadi bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor (sarana perkembangan) penyakit yang disebabkan virus dan bakteri. Salah satu perkembangan utama pada dialektika manusia adalah pengurangan penularan penyakit melalui sampah manusia dengan cara hidup yang higienis dan sanitasi. Termasuk di dalamnya adalah perkembangan teori penyaluran pipa (plumbing). Sampah manusia dapat dikurangi dan dipakai ulang misalnya melalui sistem urinoir tanpa air.

c. Sampah Konsumsi

Sampah Konsumsi (Sumber: http://megapolitan.kompas.com/image/2022/02/19/20514111/warga-keluhkan-tumpukan-sampah-di-kalimati-tangerang-dapat-timbulkan?page=1)

Sampah konsumsi merupakan sampah yang dihasilkan oleh (manusia) pengguna barang, dengan kata lain adalah sampah-sampah yang dibuang ke tempat sampah. Ini adalah sampah yang umum dipikirkan manusia. Meskipun demikian, jumlah sampah kategori ini pun masih jauh lebih kecil dibandingkan sampah-sampah yang dihasilkan dari proses pertambangan dan industri.

d. Limbah Radioaktif

Limbah Radioaktif (Sumber:https://images.app.goo.gl/gDTnk6TXT3fvb7218)

Sampah nuklir merupakan hasil dari fusi nuklir dan fisi nuklir yang menghasilkan uranium dan thorium yang sangat berbahaya bagi lingkungan hidup dan juga manusia. Oleh karena itu, sampah nuklir disimpan di tempat-tempat yang tidak berpotensi tinggi untuk melakukan aktivitas tempat-tempat yang dituju biasanya bekas tambang garam atau dasar laut (walau jarang namun kadang masih dilakukan).

- Berdasarkan Sifatnya

Nah, kalau tadi kita membahas jenis sampah berdasarkan sumbernya, sekarang kita akan membahas jenis sampah berdasarkan sifatnya. Kalau berdasarkan sifatnya, sampah itu ... dibagi menjadi dua, sampah organik, dan sampah anorganik. 

Lo, apa bedanya? Bukannya sama?

Untuk menjawab pertanyaan kalian semua, kita bahas, yuk!

  • Sampah Organik - dapat diurai (degradable)

Sampah organik, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat diolah lebih lanjut menjadi kompos.

Contohnya: daun, kayu, kulit telur, bangkai hewan, bangkai tumbuhan, kotoran hewan dan manusia, sisa makanan, sisa manusia, kardus, kertas dan lain-lain.


  • Sampah Anorganik - tidak terurai (undegradable)

Sampah anorganik, yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti plastik wadah pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan gelas minuman, kaleng, dan sebagainya. Sampah ini dapat dijadikan sampah komersial atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya. Beberapa sampah anorganik yang dapat dijual adalah plastik wadah pembungkus makanan, botol dan gelas bekas minuman, kaleng, kaca, dan kertas, baik kertas koran, HVS, maupun karton.

  • beracun (B3): limbah dari bahan-bahan berbahaya dan beracun seperti limbah rumah sakit, limbah pabrik dan lain-lain.

- Berdasarkan Bentuknya

Sampah adalah bahan baik padat atau cairan yang tidak dipergunakan lagi dan dibuang. Menurut bentuknya sampah dapat dibagi sebagai:

1. Sampah Padat

Sampah Padat (Sumber: https://images.app.goo.gl/fxk1r3LkNchjju7n9)

Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine dan sampah cair. Dapat berupa sampah rumah tangga: sampah dapur, sampah kebun, plastik, metal, gelas dan lain-lain. Menurut bahannya sampah ini dikelompokkan menjadi sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik merupakan sampah yang berasal dari barang yang mengandung bahan-bahan organik, seperti sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, potongan-potongan kayu dari peralatan rumah tangga, potongan-potongan ranting, rumput pada waktu pembersihan kebun dan sebagainya.

Berdasarkan kemampuan diurai oleh alam (biodegradability), maka dapat dibagi lagi menjadi:

  1. Biodegradable: yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob, seperti: sampah dapur, sisa-sisa hewan, sampah pertanian, dan perkebunan.
  2. Non-biodegradable: yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi. Dapat dibagi lagi menjadi:
    • Recyclable: sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai secara ekonomi seperti plastik, kertas, pakaian dan lain-lain.
    • Non-recyclable: sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat diolah atau diubah kembali seperti tetra packs, carbon paper, thermo coal dan lain-lain.

Sampah Cair

Sampah cair adalah bahan cairan yang telah digunakan dan tidak diperlukan kembali dan dibuang ke tempat pembuangan sampah.

  • Limbah hitam: sampah cair yang dihasilkan dari toilet. Sampah ini mengandung patogen yang berbahaya.
  • Limbah rumah tangga: sampah cair yang dihasilkan dari dapur, kamar mandi dan tempat cucian. Sampah ini mungkin mengandung patogen.

Sampah dapat berada pada setiap fase materi: padat, cair, atau gas. Ketika dilepaskan dalam dua fase yang disebutkan terakhir, terutama gas, sampah dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa dikaitkan dengan polusi.

Dalam kehidupan manusia, sampah dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri (dikenal juga dengan sebutan limbah), misalnya pertambangan, manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi.

C. Dampak Sampah Bagi Masyarakat

Sobat, berikut ini aku tuliskan dampak sampah bagi masyarakat kita, dikutip dari Wikipedia:

Terhadap Kesehatan

Lokasi dan pengelolaan sampah yang kurang memadai (pembuangan sampah yang tidak terkontrol) merupakan tempat yang cocok bagi beberapa organisme dan menarik bagi berbagai binatang seperti lalat, kecoa, dan tikus yang dapat menimbulkan penyakit.

Potensi bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan sampah adalah sebagai berikut:

  • Penyakit diare, kolera, tifus menyebar dengan cepat karena virus yang berasal dari sampah dengan pengelolaan tidak tepat dapat bercampur air minum. Penyakit demam berdarah dapat juga meningkat dengan cepat di daerah yang pengelolaan sampahnya kurang memadai.
  • Penyakit jamur dapat juga menyebar (misalnya jamur kulit).
  • Penyakit yang dapat menyebar melalui rantai makanan. Salah satu contohnya adalah suatu penyakit yang dijangkitkan oleh cacing pita (taenia). Cacing ini sebelumnya masuk ke dalam pencernakan binatang ternak melalui makanannya yang berupa sisa makanan/sampah.
  • Sampah beracun: Telah dilaporkan bahwa di Jepang kira-kira 40.000 orang meninggal akibat mengonsumsi ikan yang telah terkontaminasi oleh raksa (Hg). Raksa ini berasal dari sampah yang dibuang ke laut oleh pabrik yang memproduksi baterai dan akumulator.

Terhadap Lingkungan

  1. Dampak terhadap ekosistem perairan

Sampah yang dibuang sembarangan ke berbagai tempat dibedakan menjadi dua yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Pada satu sisi sampah organik ini juga dianggap dapat mengurangi kadar oksigen ke dalam lingkungan perairan, sampah anorganik dapat juga mengurangi sinar matahari yang memasuki ke dalam lingkungan perairan, sehingga mengakibatkan proses esensial dalam ekosistem seperti fotosintesis akan menjadi terganggu. Sampah organik dan anorganik membuat air menjadi keruh, kondisi akan mengurangi organisme yang hidup dalam kondisi seperti itu. Sehingga populasi hewan kecil-kecil akan terganggu.

Rembesan cairan yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan tercemari. Berbagai makhluk hidup seperti ikan dipastikan akan mati, sehingga beberapa spesies ikan akan musnah, sehingga akan mengubah kondisi ekosistem perairan secara biologis. Penguraian sampah yang dibuang secara langsung ke dalam air atau sungai akan tercipta asam organik dan gas cair organik, seperti misalnya metana, selain menimbulkan gas yang berbau, gas ini dengan konsentrasi yang tinggi akan menimbulkan peledakan.

2. Dampak terhadap ekosistem daratan

Sampah yang dibuang secara langsung dalam ekosistem darat akan mengundang organisme tertentu menimbulkan perkembangbiakan seperti tikus, kecoa, lalat, dan lain sebagainya. Perkembangbiakan serangga atau hewan tersebut dapat meningkat tajam.

Terhadap Sosial dan Ekonomi

  • Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat: bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk karena sampah bertebaran di mana-mana.
  • Memberikan dampak negatif terhadap kepariwisataan.
  • Pengelolaan sampah yang tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting di sini adalah meningkatnya pembiayaan secara langsung (untuk mengobati orang sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak masuk kerja, rendahnya produktivitas).
  • Pembuangan sampah padat ke badan air dapat menyebabkan banjir dan akan memberikan dampak bagi fasilitas pelayanan umum seperti jalan, jembatan, drainase, dan lain-lain.
  • Infrastruktur lain dapat juga dipengaruhi oleh pengelolaan sampah yang tidak memadai, seperti tingginya biaya yang diperlukan untuk pengolahan air. Jika sarana penampungan sampah kurang atau tidak efisien, orang akan cenderung membuang sampahnya di jalan. Hal ini mengakibatkan jalan perlu lebih sering dibersihkan dan diperbaiki.


D. Faktor-faktor yang Menyebabkan Orang Suka Buang Sampah Sembarangan.

Sobat, setelah kalian memahami jenis-jenis sampah serta dampak yang ditimbulkan akibat membuang sampah sembarangan, pasti kalian berpikir, "Kok, orang-orang suka buang sampah sembarangan, ya, padahal dampaknya ngeri banget?!" 

Ada beberapa alasan mengapa orang-orang suka membuang sampah sembarangan, di antaranya adalah:

  1. Anggapan Bahwa Sampah Bukanlah Barang yang Bernilai Sehingga Tidak Memerlukan Perhatian Khusus
Hal ini dikemukakan oleh Sosiolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Drajat Tri Kartono. Sampah yang dikelola dan diolah dengan tepat maka dapat menjadi sesuatu yang lebih bernilai seperti kompos ataupun barang-barang daur ulang lainnya.

  1. Merasa Bahwa Sampah Bukan Tanggung Jawab Pribadi

Selain itu, Bapak Drajat juga mengungkapkan bahwa orang yang membuang sampah sembarangan di tempat umum kerap kali berpikir bahwa itu bukanlah tanggung jawabnya, melainkan tugas dan kewajiban dari petugas kebersihan ataupun pemerintah setempat. Ia tidak menyadari bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, tidak sekadar salah satu pihak saja.

  1. Pola Pikir dan Kebiasaan Membuang Sampah Sembarangan yang Sudah Mendarah Daging

Seperti halnya menganggap membuang sampah pada tempatnya bukanlah kewajiban pribadi, kebiasaan membuang sampah sembarangan yang melekat pada diri seseorang merupakan sesuatu yang sulit untuk diubah seperti yang telah dipaparkan oleh Ghianina Armand, konselor anak dan remaja Personal Growth.

Pola pikir ini ini semakin sulit untuk diubah karena manusia mudah terpengaruh orang-orang dan lingkungan sekitar, jika di sekitarnya sering membuang sampah sembarangan, maka orang cenderung akan mengikuti perilaku tersebut.

  1. Tidak Peduli Terhadap Perilaku Sendiri

Ibu Ghianina juga menjelaskan bahwa salah satu alasan mengapa orang masih sering membuang sampah sembarangan ialah karena tidak peduli pada perilakunya sendiri, bersikap acuh tak acuh pada lingkungan, serta cenderung egois. Padahal, bagaimana perilaku kita terhadap lingkungan akan menjadi bagaimana kita mempresentasikan citra diri.

  1. Yakin Bahwa Tidak Ada Konsekuensi Membuang Sampah Sembarangan

Masih banyak orang percaya bahwa tidak akan terjadi apa-apa jika ‘sekadar’ melemparkan sampah ke pinggir jalan.

“Tidak ada hukuman yang akan menanti,” begitulah pikirnya.

Namun, coba bayangkan jika ada 225 juta orang Indonesia yang juga berpikiran demikian, maka sampah akan sulit untuk dikelola sehingga dapat menimbulkan bencana seperti banjir yang tiap tahunnya menjadi momok di negeri kita.

Sebenarnya, Indonesia telah mengatur terkait pengelolaan sampah yang tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Pada Pasal 29 Ayat (1), disebutkan bahwa setiap orang dilarang membuang sampah tidak pada tempat yang telah ditentukan dan disediakan. Terkait hal tersebut, UU juga menyebutkan bahwa akan diatur lebih lanjut dalam peraturan daerah kabupaten/kota.

  1. Hukuman atau Denda yang Tidak Efektif

Meskipun negeri kita telah mengatur bagaimana kita harus mengurus sampah setidaknya untuk tidak membuangnya secara sembarangan, nyatanya hukuman atau denda yang berlaku di tiap kabupaten/kota dirasa masih kurang efektif di beberapa area, misalnya aturan jam membuang sampah hanya efektif pada area yang mempunyai CCTV (Closed Circuit Television). Namun, di beberapa tempat seperti trotoar, orang masih bebas membuang sampah sembarangan karena hukuman atau denda yang masih tidak efektif untuk menertibkan setiap orang yang membuang sampah sembarangan.

  1. Meniru Apa yang Dilakukan oleh Kebanyakan Orang

Penelitian telah membuktikan korelasi antara keberadaan sampah di suatu area tertentu dan pembuangan sampah yang disengaja atau tidak disengaja di tempat tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa ketika seseorang melihat sampah menumpuk di suatu tempat, itu memberinya kesan bahwa itu adalah tempat yang tepat untuk membuang barang. Dalam kebanyakan kasus, itu tidak disengaja atau disengaja.

Lebih lanjut, jika suatu area sudah sangat berserakan, orang cenderung menambahkan lebih banyak sampah, sementara semakin bersih suatu area, semakin kecil kemungkinan orang mengganggu pemandangan dengan membuang sampah sembarangan menurut Robert Cialdini, Profesor Psikologi Arizona State University.

  1. Rasa Malas untuk Membuang Sampah pada Tempatnya

Rasa malas telah melahirkan budaya membuang sampah sembarangan. Biasanya, orang menjadi terlalu malas dan tidak mau membuang sampah pada tempatnya. Kita sering melihat orang yang tinggal di dekat sungai dengan mudahnya membuang sampah ke sungai tersebut daripada mengelolanya pada tempat yang tepat.

  1. Kurangnya Tempat Sampah

Sering kali, orang membuang sampah sembarangan hanya karena tidak ada tempat sampah di dekatnya. Daripada tidak nyaman membawa sampah, orang memutuskan lebih mudah untuk meninggalkannya, menurut penelitian yang dilakukan oleh Allegheny Front.

Di beberapa tempat, misalnya saat festival kerap kali sulit untuk menemukan tempat sampah sehingga orang dengan mudahnya membuang sampah di tengah keramaian. Selain itu, ada tempat yang memiliki tempat sampah, namun tidak dikelola dengan baik sehingga kontainer kelebihan muatan dan akhirnya berserakan karena ditiup angin atau karena diaduk-aduk hewan liar.

  1. Masih Kurangnya Pemahaman Terkait Akibat Sampah yang Tidak Dikelola

Banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa berbagai tindakan membuang sampah sembarangan berdampak negatif terhadap lingkungan. Akibatnya, masyarakat terus membuang sampah sembarangan tanpa memikirkan dampak lingkungan yang ditimbulkannya. Misalnya perilaku membuang sampah ke sungai yang dapat mengakibatkan meluapnya air saat musim penghujan.

Nah, itulah beberapa alasan mengapa masih banyak orang yang membuang sampah sembarangan. Biasanya, mereka yang masih mengabaikan pengelolaan sampah di lingkungannya ini karena tidak terdampak langsung dari situasi penimbunan sampah seperti banjir, bau yang menyengat, atau paparan kuman/ bakteri dari sampah yang berpotensi menjadi bibit penyakit orang di sekitarnya.

E. Cara Mengatasi Penumpukan Sampah

Sobat, setelah membaca blog yang sangat ... panjang tadi (hehe), kalian pasti ingin berkontribusi terhadap lingkungan, bukan? IYA 'KAN?!

Sobat bisa mengikuti cara-cara di bawah ini:

1. Memisahkan Sampah 


Sampah yang dihasilkan oleh manusia ada berbagai macam jenis.

Cara pertama untuk mengatasi sampah di lingkungan masyarakat adalah memisah-misahkan sampah sesuai dengan jenisnya.

Jadi, siapkanlah tempat sampah yang berbeda, misalnya satu wadah untuk sampah organik dan satunya lagi untuk sampah anorganik.

Dengan cara ini, teman-teman juga lebih mudah menyalurkan sampah ke tempat pengolahan. 

2. Mengolah Sampah Organik 

Sampah organik adalah jenis sampah yang mudah terurai. Untuk mengolahnya, teman-teman bisa menjadikan sampah organik sebagai pupuk kompos, kok.

Kita bisa mengolah dan menggunakannya sendiri untuk menyuburkan tanaman yang ada di kebun.

Selain itu, bisa kita salurkan ke tempat pengolahan agar diolah menjadi pupuk kompos yang harganya terjangkau. 

3. Mengolah Sampah Anorganik 

Sampah anorganik adalah sampah yang sulit terurai dan membusuk dengan sendirinya.

Oleh karena itu, kita bisa mengolah sampah anorganik menjadi barang lain yang bisa digunakan.

Misalnya, mengolah sampah kerang menjadi hiasan dinding yang bernilai jual tinggi.

Selain itu, sampah anorganik juga bisa kita kumpulkan dan disalurkan ke tempat pengolahan limbah anorganik. 

4. Mengolah Sampah Berbahaya 

Selain ada sampah organik dan anorganik, ada juga sampah berbahaya yang biasanya mengandung zat kimia.

Sampah kimia ini jika tidak diolah dengan benar, maka bisa menyebabkan pencemaran yang merusak lingkungan. 

5. Mengolah Sampah Elektronik 

Sampah elektronik juga sama berbahayanya dengan sampah anorganik dan kimia.

Hal ini karena banyak komponen dari perangkat elektronik yang tidak mudah hancur dan bisa meledak.

Oleh karena itu, jika di rumah ada sampah elektronik, maka tidak bisa dibuang sembarangan.

Tapi, harus teman-teman salurkan ke tempat pengolahan limbah elektronik. Sampah di sekitar lingkungan masyarakat pun akan berkurang dan kelestarian lingkungan terjaga. 

6. Tidak Menggunakan Sedotan Plastik 

Sedotan plastik adalah salah satu sampah anorganik yang sulit terurai. Bahkan, sedotan plastik bisa mencemari perairan dan mengancam kehidupan makhluk hidup lain.

Jadi, mulai sekarang kurangilah sedotan plastik sebagai cara mengatasi sampah di lingkungan masyarakat. 

7. Membawa Tas Belanja Sendiri 

Cara selanjutnya untuk mengatasi sampah di lingkungan masyarakat adalah dengan membawa tas belanja sendiri.

Jangan menggunakan tas belanja yang terbuat dari plastik lagi, agar lingkungan bebas sampah plastik yang sulit terurai. Apalagi, tas belanja sendiri dapat dicuci dan digunakan. 


PUISI SEBAGAI PENUTUP BASA-BASI INI

Ramai-ramai orang marah

Engkau mulai berulah

Tenang, tak perlu gundah

Bukan engkau yang salah


Permadanimu menghiasi

Melintang dari sisi ke sisi

Sungguh pemandangan yang menyayat hati

Tetapi, tak perlu ditangisi


Ketika mereka mulai buta

Lupa dengan dunia

Membuat makhluk laut, darat, menderita

Mereka tetap menutup mata


Tumpukan harapan menggunung

Permintaan perubahan pun bergaung

Meminta tempat bernaung

Dari tempatmu ditampung


Sudah telanjur, Sayang

Si Hijau sudah hilang

Hanya menyisakan arang

Menunggu kehancuran datang


Jalancagak, 3 Agustus, 12.42


Ucapan Penutup

Sobat Bloggers, terima kasih sudah membaca sampai sini, mohon maaf apabila ada kesalahan di sana dan di sini, sampai jumpa di lain hari.


Daftar Pustaka

https://images.app.goo.gl/nEGKgnumj4rDK9A37


https://travel.okezone.com/read/2022/05/14/408/2594042/10-negara-penyumbang-sreadah-plastik-terbesar-di-laut-indonesia-termasuk-lho


https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sampah


dok. Instagram @sustaination/ https://www.instagram.com/p/CD3CudBg0sB/?igshid=1sld0vj13vcln/ Brigitta


https://images.greelane.com/proxy?height=768&url=https%3A%2F%2Fwww.thoughtco.com%2Fthmb%2FDrDFaB0BU7RcrUz4gsI8lleKI9w%3D%2F768x0%2Ffilters%3Ano_upscale%28%29%3Amax_bytes%28150000%29%3Astrip_icc%28%29%2F186851162-56a12fdd3df78cf772683f35.jpg&width=0


http://megapolitan.kompas.com/image/2022/02/19/20514111/warga-keluhkan-tumpukan-sampah-di-kalimati-tangerang-dapat-timbulkan?page=1

https://images.app.goo.gl/gDTnk6TXT3fvb7218


https://images.app.goo.gl/fxk1r3LkNchjju7n9

https://sdgsyouthhub.id/berita-blog/blog/10-alasan-buang-sampah-sembarangan/#:~:text=Ibu%20Ghianina%20juga%20menjelaskan%20bahwa,pada%20lingkungan%2C%20serta%20cenderung%20egois

https://bobo.grid.id/amp/083295072/bagaimana-cara-mengatasi-sampah-di-lingkungan-masyarakat

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rekam Jejak W.S Rendra

Puisi Abal-abal Lagi

Lagi-lagi Puisi Abal-abal